Apa yang terjadi pada air hujan ketika jatuh di tanah berpasir?

Apa yang terjadi pada air hujan ketika jatuh di tanah berpasir? – Air hujan akan segera meresap ke dalam pori-pori tanah berpasir dengan laju infiltrasi yang sangat tinggi, mencapai 30-50 cm/jam, karena tekstur pasir yang kasar dan kapasitas menahan air yang rendah.

Mekanisme Infiltrasi dan Penyerapan Air

Nah, begini prosesnya ketika tetesan air hujan pertama kali menyentuh permukaan tanah berpasir. Jadi, yang terjadi adalah air tersebut akan langsung masuk ke dalam pori-pori tanah tanpa banyak hambatan. Perhatikan, tanah berpasir memiliki ukuran partikel antara 0,05 hingga 2,0 mm yang membuat pori-porinya relatif besar. Ini berarti ada ruang kosong yang cukup lebar bagi air untuk mengalir masuk. Yang menarik, gaya gravitasi langsung bekerja menarik air ke bawah, sementara gaya kapilaritas hanya bekerja secara minimal karena pori-pori yang besar. Akibatnya, proses infiltrasi berjalan sangat cepat dan efisien.

Porositas Efektif Tanah Pasir

Perhatikan komponen krusial ini: porositas tanah berpasir mencapai 30-50% dari total volume tanah. Ini artinya, hampir setengah dari ruang di dalam tanah adalah rongga kosong yang siap menampung air. Namun, yang perlu kalian ingat, tanah pasir hanya mampu menahan air sekitar 10-20% dari total kapasitasnya. Sisanya akan langsung mengalir ke bawah menuju lapisan kedalaman. Jadi, meskipun banyak air yang masuk, tidak semuanya tersimpan di zona perakaran.

Laju Perkolisi Vertikal

Yuk, kita lihat kecepatan air bergerak ke dalam tanah. Perhatikan, laju perkolisi pada tanah berpasir berkisar antara 15-40 cm per jam. Ini sangat berbeda dengan tanah liat yang hanya 0,5-2 cm per jam. Faktor utamanya adalah fraksi pasir yang kasar dan sedikitnya partikel halus seperti lumpur atau lempung. Akibatnya, air hujan dengan intensitas sedang sekalipun tidak akan menyebabkan genangan di permukaan. Namun, perlu diingat, kecepatan ini juga membuat air cepat bergerak melewati zona perakaran tanaman.

Dampak pada Ketersediaan Air Tanah

Ini penting nih buat kalian yang suka bertanam atau mempelajari ekosistem. Ketika air hujan masuk dengan cepat ke tanah berpasir, efeknya terhadap ketersediaan air di zona perakaran menjadi sangat spesifik. Kalian harus paham bahwa tanah pasir bersifat “well-drained” atau memiliki drainase yang sangat baik. Jadi, tidak ada genangan yang menggenang di akar-akar tanaman. Tapi, ini juga berarti tanah cepat kering ketika tidak ada hujan. Sistem akar tanaman harus menyesuaikan dengan kondisi ini, biasanya dengan tumbuh lebih dalam mencari sisa air yang tersimpan di lapisan bawah.

Kapasitas Tahan Air (Water Holding Capacity)

Perhatikan fakta ini: tanah berpasir hanya memiliki kapasitas menahan air sekitar 0,1 – 0,2 cm air per cm tanah. Bandingkan dengan tanah liat yang bisa menahan 0,3 – 0,5 cm air per cm tanah

Kesimpulan Sederhana

Jadi, ketika air hujan menyentuh pasir, dia akan langsung meresap dengan cepat ke dalam pori-pori tanah. Nah, tidak ada genangan yang terbentuk karena pasir punya celah kosong yang besar banget buat menampung air. Intinya, tanah berpasir ini bekerja layaknya saringan raksasa yang menjaga kelembapan tetap ada di dalam tanah.