Apa yang terjadi pada air hujan setelah jatuh ke tanah?

Apa yang terjadi pada air hujan setelah jatuh ke tanah? – Air hujan akan mengalami proses infiltrasi ke dalam pori-pori tanah, mengalir di permukaan menjadi aliran permukaan, atau diserap oleh tumbuhan melalui transpirasi untuk kemudian kembali ke atmosfer.

Mekanisme Infiltrasi dan Porositas Tanah

Nah, ini adalah proses penting saat air hujan meresap masuk ke dalam tanah. Jadi, yang terjadi adalah air akan mengisi ruang-ruang kosong antar butiran tanah yang disebut pori-pori. Perhatikan, kemampuan tanah menyerap air ini tergantung pada tingkat porositas dan tekstur tanah itu sendiri.

Tanah Berbutir Halus vs Kasar

Yang menarik, tanah liat yang berbutir halus memiliki pori-pori yang sangat kecil namun jumlahnya banyak, sehingga mampu menahan air lebih lama hingga kapasitas lapangnya mencapai 30-40%. Sebaliknya, tanah berpasir dengan butiran kasar justru membiarkan air mengalir cepat karena pori-pori besar, sehingga hanya mampu menahan air sekitar 10-20% saja.

Proses Adhesi dan Kohesi

Ingat ya, di sini terjadi gaya tarik-menarik molekul air dengan partikel tanah (adhesi) dan antar molekul air sendiri (kohesi). Mekanisme ini mengatasi gravitasi sehingga air bisa naik membasahi lapisan tanah yang lebih atas. Tanpa proses ini, semua air hujan langsung meresap ke kedalaman yang sangat dalam dan tanaman akan kekurangan air.

Aliran Permukaan dan Erosi

Jadi, jika tanah sudah jenuh atau permukaannya terlalu padat, air hujan tidak bisa meresap dan akan mengalir di atas permukaan tanah. Aliran ini disebut runoff atau aliran permukaan yang memiliki kecepatan sangat bergantung pada kemiringan lereng. Perhatikan, kecepatan aliran air di tanah miring dengan kemiringan 30% bisa mencapai 0,5 meter/detik, jauh lebih cepat dibanding tanah datar.

Dampak Erosi Partikel Tanah

Nah, ketika kecepatan aliran ini mencapai 0,2 meter/detik, air sudah mampu mengangkat partikel tanah halus dan membawanya pergi. Ini adalah mekanisme erosi yang mengakibatkan kehilangan lapisan humus tanah paling atas. Setiap tahun, laju erosi di lahan pertanian tanpa terasering bisa mencapai 20-40 ton/hektar.

Pembentukan Alur dan Parit

Yang menarik, aliran air yang konsisten akan memperdalam jalurnya secara terus-menerus melalui proses abrasi. Ini awal mula terbentuknya parit-parit kecil yang kemudian membesar menjadi sungai-sungai kecil. Jika dibiarkan, dalam waktu 5 tahun, alur erosi ini bisa mencapai kedalaman 1-2 meter dan membelah lahan menjadi tidak produktif.

Siklus Hidrologi Kecil (Evapotranspirasi)

Perhatikan, tidak semua air hujan langsung ke sungai atau ke laut. Sebagian diserap akar tanaman dan langsung dikeluarkan kembali melalui stomata daun. Proses ini disebut transpirasi, dan bersama penguapan dari tanah (evaporasi) membentuk evapotranspirasi. Di daerah tropis basah, total evaporasi bisa mencapai 1.500-2.000 mm/tahun.

Penyimpanan Cadangan Air

Jadi, air yang berhasil meresap ke zona perakaran akan disimpan sebagai cadangan air tanah. Perhatikan, akar tanaman padi mampu menyerap air dari kedalaman 30-50 cm untuk mempertahankan pertumbuhannya selama musim kemarau. Tanpa cadangan ini, tanaman akan layu dalam waktu 2-3 hari saja jika tidak hujan.

Kembalinya Uap Air ke Atmosfer

Nah, inilah yang melengkapi siklus air! Setiap 1 gram air yang menguap membutuhkan energi panas sebesar 540 kalori. Uap air ini kemudian naik dan akan membentuk awan baru di ketinggian 2-10 km. Proses ini terjadi terus-menerus sehingga siklus air tetap berjalan seimbang.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Saluran Drainase di Perkotaan: Misalnya nih, saat hujan deras dengan intensitas 50 mm/jam di Jakarta, saluran drainase yang tersumbat akan menyebabkan genangan setinggi 30-50 cm dalam waktu 30 menit. Ini terjadi karena air tidak bisa infiltrasi karena sudah tertutup aspal.
  2. Lahan Pertanian Organik: Atau kalau di sawah yang diberi kompos, porositas tanah meningkat sehingga infiltrasi mencapai 8 cm/jam. Akibatnya, petani bisa menghemat air irigasi hingga 40% karena air terserap optimal dan tidak langsung mengalir ke saluran pembuangan.

Kesimpulan Sederhana

Jadi, air hujan yang jatuh ke tanah itu nggak bakal hilang begitu saja, geng. Dia akan menjelajah ke dalam tanah atau mengalir lewat selokan untuk kembali berkumpul di sungai dan laut. Nah, proses ini terus berulang secara sirkuler, literally bikin siklus air di planet kita jadi abadi dan keren banget!