Apa yang terjadi pada bayangan saat matahari tertutup awan? – Bayangan akan menjadi lebih kabur atau samar karena sumber cahaya yang seharusnya tajam (matahari) berubah menjadi sumber cahaya yang menyebar (awan yang terkena sinar matahari), sehingga membatalkan terbentuknya bayangan tajam.
Mekanisme Pembentukan Bayangan: Penyebab Kaburnya Bayangan
Nah, begini prosesnya. Bayangan yang tajam terbentuk karena adanya sumber cahaya titik (point source) yang terang dan kecil seperti matahari saat langit cerah. Ketika awan menutupi matahari, yang terjadi bukanlah kegelapan total, melainkan perubahan sumber cahaya. Perhatikan, awan yang berada di depan matahari tersebut bertindak sebagai diffuser (penyebar cahaya) raksasa. Cahaya matahari menyebar ke seluruh permukaan awan sehingga yang menjadi sumber cahaya bukan lagi titik kecil, tetapi area yang sangat luas.
Ilmu Optik di Balik Fenomena Ini
Umbra dan Penumbra
Yang menarik, kita harus paham dua zona bayangan ini. Umbra adalah area bayangan gelap total di mana sumber cahaya benar-benar tertutup. Sedangkan Penumbra adalah area setengah bayangan di mana sebagian sumber cahaya masih terlihat. Saat matahari tertutup awan, ukuran umbra mengecil drastis karena sumber cahaya yang “memblokir” menjadi sangat luas (permukaan awan). Akibatnya, bayangan tajam di bumi (umbra) hampir hilang dan hanya menyisakan penumbra yang luas.
Intensitas Cahaya dan Kontras
Perhatikan data ini. Pada kondisi langit cerah, intensitas cahaya langsung dari matahari mencapai sekitar 100.000 lux. Ketika tertutup awan tebal, intensitas cahaya turun drastis menjadi sekitar 1.000 hingga 2.000 lux
Kesimpulan Sederhana
Jadi, ketika matahari tertutup awan, cahaya yang sampai ke tanah jadi lebih sedikit, bukan hilang sama sekali. Hal ini bikin bayangan kamu di tanah jadi lebih kabur atau samar-samar aja, gak tajam seperti saat cuaca cerah. Intinya, bayangan itu cuma soal banyak atau sedikitnya cahaya yang ngeblok objek, jadi gak perlu khawatir kalau tiba-tiba bayanganmu hilang, ya!


