Apa yang terjadi pada lilin saat dibakar? – Terjadi reaksi pembakaran berupa oksidasi lilin (hidrokarbon) yang mengubah zat padat menjadi gas, menghasilkan panas, cahaya, CO₂, dan uap air.
Reaksi Oksidasi Hidrokarbon
Kamu pernah nggak sih pas lagi nyari kado ulang tahun di toko, terus bau lilinnya nyegrak? Ternyata itu proses kimia yang keren abis! Lilin itu terbuat dari senyawa hidrokarbon dengan rumus umum C₂₅H₅₂ (untuk lilin parafin). Saat dibakar, molekul-molekul ini bereaksi dengan oksigen di udara. Ini disebut reaksi eksotermis, alias melepaskan energi panas sekitar 42 kJ/gram. Jadi, bukan cuma main api, tapi ini laboratorium kimia mini di meja kamu!
Fase Destilasi Termal
Nah, sebelum api menyala, lilin padat harus melewati fase pemanasan dulu. Ini proses yang low-key tapi krusial banget. Suhu lilin naik sampai sekitar 60°C – 70°C sampai lilin meleleh jadi cair. Lalu, terjadi penguapan di mana lilin cair naik ke atas sumbu melalui kapilaritas. Sumbe lilin berfungsi seperti pompa mikro yang menghisap lilin cair naik. Tanpa fase ini, api nggak akan bisa bertahan lama!
Pembakaran Sumbu Lilin
Ini dia bagian paling krusial: sumbu lilin yang jadi medan perang. Sumbu yang terbuat dari katun ini punya peran vital. Bagian ujung sumbu yang terkena api akan terbakar dan menghasilkan suhu super tinggi, mencapai 1.000°C – 1.400°C. Di area inilah lilin cair yang naik tadi terurai menjadi gas dan bereaksi dengan oksigen. Hasilnya? Nyala api yang stabil. Kalau sumbu terlalu panjang, kamu bisa memotongnya biar api nggak ngaco. Ini trik supaya lilin ngganggu teman sebangku pas pelajaran IPA.
Analisis Komposisi Gas
Saat lilin terbakar, sebenarnya apa sih yang keluar dari sana? Mari kita analisis secara ilmiah. Dalam setiap pembakaran sempurna, setiap 1 gram lilin akan menghasilkan sekitar 2,8 gram CO₂ dan 1,1 gram H₂O (uap air). Kalau kamu menyalakan lilin di kamar tertutup selama 1 jam, konsentrasi oksigen di ruangan akan turun drastis sekitar 0,5% – 1%. Ini membuktikan bahwa lilin benar-benar “menghirup” oksigen untuk bertahan hidup. Nggak heran kalau ruangan jadi pengap kalau lilin banyak!
Bagaimana Mekanisme Transfer Energi?
Sekarang kita bahas cara kerjanya dari sisi energi. Prinsip dasarnya adalah Hukum Termodinamika yang menyatakan energi tidak bisa hilang, hanya berpindah bentuk. Lilin menyimpan energi potensial kimia yang kemudian diubah jadi energi panas dan cahaya. Proses ini terjadi dalam tiga tahap: pemanasan, penguapan, dan reaksi pembakaran. Energi yang dilepaskan sekitar 100 watt untuk lilin kecil. Itu sebabnya lilin bisa memanaskan air sedikit jika didekatkan, meski nggak sampai mendidih.
Proses Fotokimia Api
Bagian paling estetik dari lilin adalah cahayanya. Ternyata, cahaya ini bukan sembarang cahaya, tapi hasil dari proses fotokimia! Ketika gas panas bereaksi, elektron di atom karbon terlempar ke orbit tinggi dan saat kembali ke orbit normal, mereka memancarkan foton cahaya. Ini disebut Blackbody Radiation. Intensitas cahaya lilin berkisar antara 10-15 lumen, tergantung ukuran lilin. Warna kuning oranye muncul karena partikel jelaga (karbon) yang memanas. Makin banyak jelaga, makin gelap warna apinya.
Perbandingan Lilin vs Sumber Listrik
Coba kita bandingkan biaya energi antara lilin dan lampu LED. Lilin kecil yang panjang 15 cm dengan waktu bakar 8 jam harganya sekitar Rp 5.000. Sedangkan lampu LED 5 watt menyala 8 jam hanya mengonsumsi 40 Wh atau setara Rp 50 (dengan tarif Rp 1.250/kWh). Jadi, secara ekonomi, listrik jauh lebih hemat. Tapi, lilin punya kelebihan: nggak butuh listrik, portabel, dan menciptakan suasana yang nggak bisa digantikan lampu biasa. Buat kondangan atau makan malam romantis, lilin tetap juaranya!
Aplikasi Praktis di Kehidupan Sekolah
Contoh aplikatif: Pernah coba eksperimen sederhana di lab sekolah? Coba nyalakan dua lilin ukuran sama, lalu tutup satu dengan gelas transparan dan satu lagi dengan gelas tertutup. Lilin di gelas tertutup akan mati dalam 2-3 menit karena kehabisan oksigen, sedangkan yang di gelas transparan bertahan lebih lama karena proses fotosintesis mikro dari ganggang di gelas (jika ada). Ini membuktikan teori bahwa api butuh oksigen. Kalau mau bikin lilin sendiri dari sisa sabun batang, kamu bisa mencampurkannya dengan minyak kayu putih. Hasilnya? Lilin darurat yang bisa menyala 15-20 menit. Praktis banget buat mati lampu!
Jadi, lilin itu sebenarnya sistem energi mini yang super efisien dan penuh kejutan ilmiah. Mulai dari reaksi kimia, transfer energi, sampai efek visualnya, semuanya terjadi dalam satu proses yang sederhana tapi kompleks. Ini bukti bahwa ilmu pengetahuan ada di sekitar kita, termasuk di atas kue ulang tahun teman kamu. Semoga penjelasan ini bikin kamu makin cinta sama IPA, ya! Kalau ada pertanyaan, tulis di komentar!
Profesi Terkait Range Gaji Per Bulan Keterangan Ahli Kimia Industri Rp 8 – 15 Juta Meneliti reaksi pembakaran Teknisi Lab Sekolah Rp 4 – 7 Juta Praktik
Kesimpulan Sederhana
Jadi, saat lilin dibakar, sebenarnya terjadi perubahan wujud dari padat menjadi cair dan gas, lho. Nah, proses pembakaran ini secara sederhana membutuhkan bahan bakar (lilin), oksigen dari udara, dan panas dari api. Intinya, kita bisa belajar bahwa lilin akan terus menyala selama ketiga syarat ini terpenuhi, tapi kalau salah satu dihilangkan, api akan langsung padam!


