Mengapa air laut terasa asin?

Mengapa air laut terasa asin? – Karena air laut mengandung garam terlarut, terutama natrium klorida (NaCl), yang berasal dari proses pelapukan batuan di daratan dan aktivitas gunung berapi di dasar laut selama jutaan tahun.

Proses Pelapukan Batuan: Sumber Garam Utama

Nah, ini adalah sumber utama garam di laut kita. Jadi, yang dimaksud adalah proses pelapukan batuan (weathering) di daratan yang membawa mineral kaya ion ke sungai, kemudian mengalir ke laut. Perhatikan, setiap tahunnya, sekitar 4 miliar ton mineral terbawa oleh sungai ke laut. Proses ini disebut siklus hidrotermal, di mana air hujan yang sedikit asam (karena menyerap CO₂ dari udara) melarutkan mineral dari batuan. Ion-ion seperti natrium (Na⁺), klorida (Cl⁻), kalium, dan magnesium inilah yang akhirnya terakumulasi di laut.

Proses Difusi dan Penguapan

Nah begini prosesnya: air laut mengalami penguapan, tetapi garamnya tidak ikut menguap. Yang menarik, proses ini meningkatkan konsentrasi garam. Perhatikan, setiap detik, sekitar 330.000 kilometer kubik air menguap dari permukaan laut per tahun. Sementara itu, proses difusi di dasar laut (terutama di patahan tektonik) juga melepaskan garam dari dalam kerak bumi. Jadi, masuknya garam dari darat dan keluarnya air tawar melalui penguapan menciptakan keseimbangan yang membuat laut tetap asin.

Kadar Salinitas Standar Laut

Yang menarik, rata-rata kadar garam di laut adalah 35 bagian per ribu (ppt) atau setara dengan 3.5%. Ini artinya, dari setiap 1.000 gram air laut, terkandung 35 gram garam. Perhatikan, komponen utamanya adalah natrium klorida (NaCl) yang menyumbang sekitar 85% dari total garam terlarut. Selebihnya adalah magnesium sulfat, kalsium, dan kalium. Angka ini bervariasi tergantung lokasi—laut mati bisa mencapai 30% sementara di muara sungai bisa serendah 1% karena campuran air tawar.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Menyeduh Mie Instan: Misalnya nih, kalau kamu masak mie dengan air laut (jangan dicoba ya!), dibutuhkan sekitar 35 gram garam per liter untuk mencapai rasa asin yang sama dengan air laut. Bandingkan dengan kaldu ayam yang cuma butuh 2-3 gram garam per liter.
  2. Keringat yang Asin: Atau kalau habis main bola, keringatmu mengandung sekitar 0.9 gram garam per liter, jauh lebih rendah dari air laut. Tapi kalau kamu minum air laut, tubuhmu harus bekerja ekstra membuang kelebihan garam lewat ginjal—bayangkan kerja ekstra yang harus dilakukan!

Kesimpulan Sederhana

Jadi, air laut itu asin karena ada garam larut di dalamnya ya. Nah, garam ini berasal dari hasil pelapukan batuan di daratan yang dibawa sungai ke laut. Intinya, air terus menguap tapi garamnya tertinggal, jadi lama-lama jadi super asin deh!