Mengapa tanaman di pot kecil lebih cepat kering dibanding pot besar? – Karena rasio luas permukaan terhadap volume (SA/V) pot kecil lebih besar, sehingga laju evaporasi dan transpirasi lebih tinggi dibandingkan media tanam yang mampu menyimpan kapasitas air lebih besar di dalam pot besar.
Rasio Luas Permukaan dan Volume Media
Nah, ini adalah konsep kuncinya. Jadi, yang dimaksud adalah perbandingan antara luas permukaan media tanam yang terpapar udara dengan total volume air yang bisa disimpannya. Pada pot kecil, rasio SA/V ini sangat tinggi. Misalnya nih, pot berdiameter 10 cm memiliki luas permukaan sekitar 78,5 cm² dan volume sekitar 392 cm³. Sementara pot berdiameter 20 cm memiliki luas permukaan 314 cm² tapi volume mencapai 3.140 cm³. Artinya, pot besar mampu menyimpan air hingga 8 kali lipat lebih banyak hanya dengan luas permukaan 4 kali lebih besar. Perhatikan, semakin besar volume media, semakin dalam air meresap dan semakin lama proses evaporasi berlangsung.
Laju Evaporasi dan Transpirasi
Yang menarik, di permukaan pot kecil, kelembaban media akan cepat hilang karena angin dan suhu. Perhatikan mekanisme ini: evaporasi (penguapan dari media) dan transpirasi (penguapan dari daun) berjalan simultan. Data menunjukkan, di pot kecil dengan diameter 10 cm, laju evaporasi bisa mencapai 15-20 ml/hari pada suhu 30°C. Bandingkan dengan pot besar (diameter 30 cm) yang hanya kehilangan 5-8 ml/hari di kondisi yang sama. Ini terjadi karena volume udara di atas media pot kecil lebih sedikit, sehingga kelembaban relatif lebih cepat jenuh dan evaporasi terhenti, namun saat angin berhembus, kelembaban langsung tergantikan oleh udara kering.
Kapasitas Cadangan Air Sub-surface
Ingat ya, akar tanaman tidak hanya minum dari permukaan. Di pot besar, terdapat zona cadangan air sub-surface (di bawah permukaan) yang sangat signifikan. Sistem perakaran tanaman di pot besar bisa menjangkau kedalaman 20-30 cm, di mana kelembaban tetap stabil meskipun permukaan sudah kering. Sebaliknya, di pot kecil, seluruh volume media (hanya sekitar 10-15 cm kedalaman) sudah terkena dampak langsung evaporasi. Jadi, tanaman di pot besar punya “stok air” aman yang bisa bertahan 2-3 hari lebih lama dibanding tanaman di pot kecil yang harus disiram setiap hari.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Penyiraman Kaktus: Misalnya nih, kaktus di pot kecil (diameter 7 cm) perlu disiram 3-4 hari sekali karena media cepat kering total, sementara kaktus di pot besar (diameter 25 cm) cukup disiram 10-14 hari sekali karena cadangan air di dalamnya masih terjaga.
- Menanam Cabai di Musim Panas: Atau kalau di musim panas, tanaman cabai di pot 10 liter (sekitar 25 cm tinggi) bisa bertahan 2 hari tanpa siram, sedangkan di pot 2 liter (15 cm tinggi) hanya bertahan 1 hari sebelum daunnya mulai layu karena stres air.
Kesimpulan Sederhana
Jadi, tanaman di pot kecil lebih cepat kering karena luas permukaan tanahnya sempit, jadi airnya langsung habis kena sinar matahari. Kalau pakai pot besar, tanahnya banyak jadi cadangan airnya lebih awet dan akarnya leluasa nyari minum. Nah, intinya kalau mau tanamanmu tetep seger dan slay, pilih pot yang lebih besar atau rajin disiram ya!


